Universitas Budi Luhur Dorong UMKM Desa Dangdang Naik Kelas Melalui Transformasi Digital-12 Pelaku UMKM mengikuti Pelatihan Pemasaran Digital, Media Sosial, Marketplace, Branding, dan Konten Promosi

Tangerang, Agustus 2026—Transformasi digital semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Digital UMKM Desa Sebagai Kunci Sukses Bisnis di Era Ekonomi Online” bagi Kelompok UMKM Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.  Kegiatan utama dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai di Masjid Abu Hurairah, Desa Dangdang, dan diikuti oleh 12 peserta UMKM. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM, terutama dalam pemanfaatan pemasaran digital, media sosial, marketplace, branding, serta peningkatan literasi teknologi digital.

Kegiatan dipimpin oleh Subandi, S.Pd., M.M. sebagai Ketua Pelaksana, dengan anggota Dr. Ir. Gunawan Pria Utama, M.Kom., serta melibatkan mahasiswa Ananta Aji Pradana dan Destra Fadhilah. Mitra kegiatan adalah Kelompok UMKM Desa Dangdang yang diwakili oleh Supriyanto selaku Ketua Kelompok UMKM Desa Dangdang.

Program tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi dirancang agar peserta dapat langsung mempraktikkan teknologi digital menggunakan perangkat yang sehari-hari mereka miliki, terutama telepon pintar dan koneksi internet. Materi mencakup peluang pasar digital, media sosial bisnis, marketplace, strategi promosi, pengelolaan usaha, pembayaran digital, storytelling produk, branding, dan pembuatan konten promosi.

Pendekatan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengetahui manfaat teknologi digital, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan akun, toko, identitas usaha, dan materi promosi yang dapat digunakan dalam aktivitas bisnis mereka.

HASIL UTAMA KEGIATAN

Capaian Hasil Keterangan
Pengetahuan digital 56,7 → 82,5 Rata-rata pre-test ke post-test; peningkatan 25,8 poin
Media sosial bisnis 10 dari 12 (83,3%) Membuat atau mengoptimalkan akun bisnis
Marketplace 9 dari 12 (75,0%) Membuat atau mengelola toko marketplace
Branding usaha 9 dari 12 (75,0%) Membuat atau memperbaiki identitas visual
Konten promosi 10 dari 12 (83,3%) Menghasilkan materi promosi digital
Kepuasan peserta 3,56/4 (89,0%) Kategori: Sangat Puas

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 56,7 pada pre-test menjadi 82,5 pada post-test, atau meningkat 25,8 poin. Sebanyak 10 dari 12 peserta (83,3%) berhasil membuat atau mengoptimalkan media sosial bisnis; 9 peserta (75,0%) membuat atau mengelola toko marketplace; 9 peserta (75,0%) membuat atau memperbaiki identitas visual; dan 10 peserta (83,3%) menghasilkan materi promosi digital.

Respons peserta juga positif. Evaluasi terhadap 12 responden menghasilkan rata-rata kepuasan 3,56 dari skala 4 atau 89 persen, dengan kategori “Sangat Puas”. Penilaian mencakup kesesuaian materi, penyampaian narasumber, praktik langsung, manfaat kegiatan, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace.

MENUJU PEMBERDAYAAN YANG BERKELANJUTAN

Transformasi digital UMKM tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Laporan mencatat sejumlah tantangan, antara lain perbedaan kemampuan digital peserta, keterbatasan pengalaman mengelola marketplace, serta kebutuhan menjaga konsistensi dalam menghasilkan konten promosi. Karena itu, keberlanjutan program diarahkan melalui pendampingan berbasis WhatsApp, panduan digital, pelatihan lanjutan, penguatan penggunaan media sosial dan marketplace, serta pembentukan kader digital lokal.

Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok UMKM dapat dikembangkan melalui pelatihan tingkat lanjut, pengembangan desain produk, pengelolaan keuangan digital, strategi iklan digital, dan penguatan jejaring pemasaran. Dengan demikian, kegiatan PKM diharapkan berkembang dari kegiatan pelatihan menjadi proses pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Budi Luhur melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Bagi UMKM Desa Dangdang, pemanfaatan teknologi digital diharapkan menjadi sarana untuk memperluas informasi produk, membangun identitas usaha, membuka kanal pemasaran baru, dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

About Admin PPM Universitas Budi Luhur

View all posts by Admin PPM Universitas Budi Luhur →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *