Jakarta — Universitas Budi Luhur melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah BIMA dan PISN pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Doktoral, Unit 7 Lantai 1, ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program hibah berjalan sesuai rencana, memiliki capaian yang terukur, serta menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan arahan dari Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Prudensius Maring, M.A. Selanjutnya, rangkaian kegiatan diisi dengan presentasi dan evaluasi terhadap sejumlah program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan Program Inovasi Sosial Nusantara (PISN).
Libatkan Reviewer Internal dan Eksternal
Untuk memastikan proses evaluasi berjalan secara objektif dan komprehensif, pelaksanaan Monev melibatkan reviewer yang memiliki kompetensi sesuai bidang program yang dievaluasi.
Pada skema *PKM, proses review dilakukan oleh *Dr. Bambang Pujiono, M.Si. dan *Dra. I Gusti Ayu Arwati, M.T., Ph.D., yang merupakan reviewer eksternal dari *Universitas Mercu Buana.

Sementara itu, untuk skema *PISN, proses review dilakukan oleh *Dra. I Gusti Ayu Arwati, M.T., Ph.D. sebagai reviewer eksternal dari Universitas Mercu Buana dan Dr. Arief Ruslan, S.Kom., M.Sn.
Keterlibatan reviewer tersebut menjadi bagian penting dalam proses Monev, khususnya untuk memberikan penilaian terhadap perkembangan program, capaian kegiatan, kualitas luaran, relevansi inovasi, serta potensi keberlanjutan program yang telah dilaksanakan oleh masing-masing tim.
Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat
Pada sesi PKM, tim Sri Rahayu mempresentasikan program “Penguatan Ekonomi Sirkular melalui Digitalisasi Manajemen Bank Sampah dan Teknologi Tepat Guna Lingkungan pada Kelompok Masyarakat Kampung Tematik Darling Tangerang.” Program ini mengangkat pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong ekonomi sirkular di masyarakat.
Selanjutnya, Agus Sriyanto memaparkan program “Penerapan Feeding Response Method untuk Meningkatkan FCR dan Efisiensi Biaya Pakan pada Karamba Jaring Apung di Danau Situ Gondang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.” Fokus program diarahkan pada peningkatan efisiensi pengelolaan pakan dalam kegiatan budidaya perikanan masyarakat.
Program berikutnya dipresentasikan oleh Deden Kurniawan dengan tema “Penguatan Ketahanan Pangan untuk Mendukung Program MBG melalui Pemanfaatan Eceng Gondok untuk Suplemen Ayam Petelur dan Pupuk Nabati oleh Pokmaswas Situ Tunggilis.” Program tersebut memanfaatkan potensi eceng gondok sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya lingkungan secara produktif.
Setelah sesi diskusi dan ISHOMA, rangkaian Monev dilanjutkan dengan presentasi Imelda melalui program “Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang.” Program ini memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dengan digitalisasi pengelolaan bank sampah untuk menjawab persoalan lingkungan di tingkat masyarakat.
Sementara itu, Arin Fithriana mempresentasikan “PKM Komunitas Tangguh Banjir melalui Early Warning System Inklusif dan SiBAR untuk Mendukung SDGs dan Asta Cita di RT 09 Cilangkap, Jakarta Timur.” Program tersebut menekankan pemanfaatan sistem peringatan dini yang inklusif sebagai bagian dari penguatan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko banjir.
PISN Dorong Inovasi Seni, Budaya, dan Teknologi
Pada sesi PISN, Dhika Purnama Putra memaparkan inovasi “Pewarna Tekstil Berbasis Limbah Organik Domestik untuk Pengembangan Praktik Seni Tekstil dan Kriya Berkelanjutan.” Program ini mengangkat pemanfaatan limbah organik domestik sebagai bahan inovatif dalam pengembangan praktik seni tekstil dan kriya berkelanjutan.
Kemudian, Ricky Widyananda Putra mempresentasikan “Inovasi Mural Interaktif Berbasis Augmented Reality sebagai Media Edukasi Budaya dan Pemberdayaan Komunitas Seni Urban Nusantara.” Inovasi ini memadukan teknologi Augmented Reality dengan karya mural sebagai media edukasi budaya dan pemberdayaan komunitas seni.
Rangkaian presentasi PISN juga menghadirkan Dolly Virgian Shaka Y.S. dengan program “Revitalisasi Ekosistem Teater Perjuangan Banten: Penerapan Platform Digital Terintegrasi (E-Program Book & Repositori Arsip) sebagai Media Apresiasi dan Pelestarian Budaya pada Sanggar Panggung Tunas Budaya.”
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Yousep Eka Irawan melalui program “Konfigurasi ‘Listening Station’ pada Web KAMKI Surakarta sebagai Media Broadcasting untuk Mendukung Keroncong sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.”
Perkuat Kualitas dan Keberlanjutan Program
Melalui kegiatan Monev ini, setiap tim memperoleh kesempatan untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, capaian, inovasi, serta luaran yang telah dihasilkan. Proses review juga menjadi ruang evaluasi dan pemberian masukan bagi tim pelaksana untuk meningkatkan kualitas program sekaligus memastikan keberlanjutan dampaknya.
Keberagaman program yang dievaluasi menunjukkan luasnya kontribusi riset dan pengabdian Universitas Budi Luhur, mulai dari ekonomi sirkular, ketahanan pangan, teknologi IoT, mitigasi bencana, digitalisasi masyarakat, hingga pelestarian seni dan budaya.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi umum dan penutupan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi bersama Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat pada pukul 17.30–17.45 WIB.
Pelaksanaan Monev Hibah BIMA dan PISN diharapkan semakin memperkuat budaya akuntabilitas, kualitas, dan keberlanjutan riset serta pengabdian kepada masyarakat di Universitas Budi Luhur. Selain menjadi instrumen evaluasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memastikan setiap program yang mendapatkan dukungan hibah mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.